Pembuatan RPP
Pembuatan RPP

Adakah Cara Merayakan Tahun Baru Secara Islami?


Semua Bergembira Menyambut Tahun Baru ?
Adakah Cara Merayakan Tahun Baru Secara Islami?

MAJUSI : Merayakan tahun baru dengan keyakinan bahwa cahaya (Matahari) yang terbit awal tahun memiliki kekuatan yang sangat tinggi.
Sehingga malamnya mereka menyambut tahun baru dengan menyalakan api, lentera (karena Majusi pemuja Api/Cahaya) dan semisalnya, mereka berkumpul di pantai-pantai, halaman, lapangan sambil menari-nari, makan, minum khamar dan kemungkaran lainnya dalam menyambut tahun baru.

Yahudi : Merayakan tahun baru dengan keyakinan bahwa peristiwa penyembelihan anak Nabi Ibrahim terjadi pada awal tahun.
Sehingga mereka merayakan malam tahun baru untuk memperingati peristiwa ini layaknya seperti Idul Adha. Mereka juga meyakini yang disembelih waktu itu adalah Nabi Ishaq bukan Nabi Ismail, ini menurut versi Taurat mereka.

Nashrani : Merayakan tahun baru awalnya ingin mengimbangi Yahudi, sehingga mereka pun ikut merayakan malam tahun baru. Karena kebiasaan kaum Nashrani suka berbuat bid'ah, seperti firman Allah Ta'ala:

وَرَهْبَانِيَّةً ابْتَدَعُوهَا مَا كَتَبْنَاهَا عَلَيْهِمْ إِلَّا ابْتِغَاءَ رِضْوَانِ اللَّهِ

Dan mereka mengada-adakan rahbaniyyah (Kongregasi/Biarawan) padahal kami tidak mewajibkannya kepada mereka tetapi (mereka sendirilah yang mengada-adakannya) untuk mencari keridhaan Allah,". (QS. Al-Hadid 27)

Akan tetapi bid'ah malam tahun baru yang mereka (Kaum Nashara) lakukan dengan keyakinan penghapusan dosa, sehingga 5 menit sebelum pergantian Tahun Masehi (Sebelum tepat jam 12 malam) mereka mematikan lampu dan memeluk wanita yang ada disampingnya, ini simbolis bahwa padamnya lampu maka padam pula dosa-dosa mereka dan mereka masuk awal tahun tanpa dosa.

(Lihat kitab Nihayatil Arab oleh An-Nuwairy, kitab Al Bida' Al Hauliyah Syaikh Abdullah At-Tuwaijiri)

Lalu apa keyakinan orang ISLAM dalam merayakan malam tahun baru...???

Mereka menjawab: "Kami tidak meyakini apa pun pada malam itu, kami cuma ikut-ikutan aja tidak ada niat merayakannya...!."

Jawabannya : Kalau alasannya cuma ikut-ikutan saja, tanpa ada niat merayakannya...!, maka jelas itulah yang di haramkan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, beliau bersabda:
من تشبه بقوم فهو منهم
"Barang siapa MENYERUPAI satu kaum, maka ia termasuk golongan mereka". (HR. Abu Dawud, Ahmad)

Beliau tidak perduli apakah umatnya meyakini perayaan orang kafir ataukah tidak, apakah niat merayakan atau tidak meniatkannya, selama itu jelas syiar-syiar orang non muslim maka HARAM bagi kaum muslimin MENYERUPAI mereka, ingat...! hanya menyerupai saja sudah terlarang apalagi sampai mengikuti acara mereka jelas lebih terlarang.
Ini sangat mudah difahami bagi orang yang mau menghayatinya.

Adapula yang ingin menghindari malam perayaan tahun baru dengan mengalihkan acara yang penuh kemungkaran diganti dengan kegiatan RELIGIUS pada malam tahun baru dengan shalat malam berjama'ah, dzikir jama'ah, doa jama'ah atau kegiatan agama lainnya.

Benarkah ini solusinya...???

Cukuplah sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sebagai jalan keluar.
Beliau bersabda:
ﻻ ﺗﺨﺘﺼﻮا ﻟﻴﻠﺔ اﻟﺠﻤﻌﺔ ﺑﻘﻴﺎﻡ ﻣﻦ ﺑﻴﻦ اﻟﻠﻴﺎﻟﻲ، ﻭﻻ ﺗﺨﺼﻮا ﻳﻮﻡ اﻟﺠﻤﻌﺔ ﺑﺼﻴﺎﻡ ﻣﻦ ﺑﻴﻦ اﻷﻳﺎﻡ، ﺇﻻ ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﻓﻲ ﺻﻮﻡ ﻳﺼﻮﻣﻪ ﺃﺣﺪﻛﻢ.
"Jangan khususkan malam jum'at dengan shalat malam dari malam-malam lain, dan jangan pula mengkhususkan hari jum'at dengan berpuasa dari hari-hari lain, kecuali seorang yang biasa berpuasa." (HR.Muslim)

Kalau hari JUM'AT saja merupakan Sayyidul Ayyaam / Pemimpin Hari-hari dalam sepekan, demikian juga SHALAT adalah Sayyidul A'maal / Pemimpin amal-amal dari seluruh amal shalih, namun tetap tidak boleh dikhususkan keduanya kecuali ada syariat Allah yang mengkhususkan pelaksanaan keduanya seperti ; Shalat jum'at, Membaca Al-kahfi hari jum'at dan semisalnya maka ini boleh saja dikerjakan karena ada syariat pengkhususannya.

Adapun malam TAHUN BARU dikhususkan dengan ibadah tertentu seperti ; dzikir, shalat, doa, maka ini lebih terlarang dari pada mengkhususkan Shalat malam Jum'at atau puasa hari jum'at (kecuali telah menjadi rutinitas amalnya).
Ini sangat jelas kesamaan hukumnya bagi siapa yang menghayatinya.

Maka solusinya, menjalani malam tahun baru seperti hari-hari biasa, tidak bergembira layaknya hari raya, tidak menyaksikan acaranya baik secara langsung atau melalui media tv dan semisalnya, tidak mengikuti acaranya atau membantu acaranya. Akan tetapi aktivitas biasa saja bagi masing-masing individu pada malamnya sebagaimana malam-malam biasa.

Wallahul Musta'an

Saudara kalian yang mencintai kalian karena Allah Ta'ala :

Balikpapan, 31 Des 2015

Abu Ahmad Muh Rofi'i Al-Maidany
Adakah Cara Merayakan Tahun Baru Secara Islami? Adakah Cara Merayakan Tahun Baru Secara Islami? Reviewed by IP Admin on 6:09:00 PM Rating: 5

No comments:

Anda dapat berkomentar menggunakan identitas apa saja. Silakan berkomentar dengan baik dan sopan. Sepatah kata Anda bisa jadi sangat berarti bagi Blog ini, in syaa Allah.

iklan murah